Harga ayam broiler di jabotabek sudah merangkak naik di Rp 12.000/kg, dengan harga DOC yang di kisaran Rp 1.200/ekor, dan harga pakan yang mulai turun di Rp 4.700-4.800/kg, maka margin yang didapat sudah positif di Rp 1.500-2.000/kg ayam. Tentunya membawa angin segar, dan harapannya adalah bulan juni s.d agustus 2011 bisa stabil karena ada momen liburan sekolah yang biasanya banyak acara wisata dan hajatan, serta bulan puasa dan lebaran di bulan juli-agustus 2011 yang biasanya harga paling bagus dalam satu tahun kalender.
Dengan prediksi harga bagus pada tiga bulan mendatang, secara kalkulasi sepertinya jika digabungkan dengan kerugian di 6 bulan terakhir bisa jadi ada untung sampai 20% dari modal usaha. Namun demikian, untuk bulan september-desember 2011 belum bisa diprediksi apakah akan kembali positif atau malah sebaliknya menjadi negatif.
Jika melihat kecenderungan bisnis ayam broiler secara global, sebenarnya ke depan bisnis ini akan dikuasai oleh perusahaan integrasi. Bisnis dikuasai dari sejak pembibitan, pakan, obat & vaksin, farm komersial, rumah potong ayam, cold storage, dan pengolahan daging. Di wilayah jawa barat sudah mulai ada Peternak ayam broiler dengan skala populasi besar sudah melakukan integrasi sebagian dari pembibitan, pabrik pakan, farm komersial, rumah potong ayam, dan kerjasama dengan franchise fast food. Tentunya dia akan lebih siap menghadapi gejolak harga jual ayam broiler dibandingkan yang hanya bergerak di farm komersial.
Perusahaan besar yang bergerak di bidang pakan, pembibitan, obat dan vaksin atau yang bergerak secara integrasi saat ini melakukan ekspansi kapasitas yang cukup signifikan. Lonjakan populasi penduduk dan kenaikan pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang menjadi acuan bahwa pasar konsumen ayam broiler di tahun-tahun mendatang diprediksi akan terus naik dan cenderung melonjak.
Kemanakah peternak mandiri di masa yang akan datang? Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi:
- Jika modal sudah tidak bisa diandalkan maka mereka akan masuk dalam pola inti-kemitraan, dimana pada dasarnya hanya sebagai karyawan
- Berhenti bisnis karena modal sudah menipis, kandang dan peralatan disewakan
- Jika modal masih banyak, akan membuat perusahaan integrasi dalam skala kecil
- Pindah ke bisnis lain
No comments:
Post a Comment