Wednesday, March 30, 2011

Beternak Ayam Masih Menguntungkan?

Bulan Maret 2011 ini diwarnai dengan penurunan harga komoditas hasil ternak, dan kenaikan harga pakan ternak. Peternak dituntut untuk bisa bertahan dengan situasi bisnis yang kurang menguntungkan (dibaca: merugi). Apakah bisnis ini ke depan masih menguntungkan?


Harga telur di Jabotabek yang bulan kemarin masih di angka kepala Rp 13.000/kg mendekati ke Rp 14.000/kg, saat ini sudah menurun di Rp 12.600/kg eks farm, sementara doc ayam petelur di angka Rp 4.700/ekor, dan ayam petelur afkir merosot di harga Rp 10.600/kg. Harga pakan ayam petelur naik lagi sebesar Rp 100/kg, kisaran harga pakan ayam petelur di Rp 3.800-4.100/kg sampai di farm, dengan BEP untuk perputaran bisnis di Rp 13.300. Berarti kondisinya sekarang minus Rp 700/kg, dengan kata lain untuk membuat ayam dara siap bertelur lagi nantinya membutuhkan tambahan dana segar dari simpanan peternak, bukan dari keuntungan yang berputar di bisnis ini.

Harga ayam broiler di jabotabek saat ini di kisaran Rp 12.700/kg, dengan harga doc Rp 4.400/ekor, harga pakan di Rp 5.000 - 5.300 sampai di farm, dan BEP di Rp di Rp 13.000/kg, jadi sudah minus Rp 300/kg, jika bisa melakukan efisiensi yang cukup ketat, maka kemungkinan tidak minus, tapi impas.

Jika melihat fenomena seperti ini, maka bisa disimpulkan bahwa populasi ayam broiler untuk saat ini cukup berlimpah, ditandai dengan penurunan harga ayam broiler dan juga afkir ayam petelur. Yang menjadikan peternak bertanya tanya adalah biasanya populasi ayam broiler berlimpah, dibarengi dengan anjloknya harga doc ayam broiler, karena keengganan peternak untuk chick in demi menghindari kerugian yang lebih besar dengan cara menurunkan populasi terpasang. Namun, ternyata harga doc masih bertengger di kepala 4000, ini merupakan keberhasilan dan kekompakan para breeder untuk menjaga harga doc tetap tinggi.

Dari situasi seperti ini, maka bisa diprediksi bahwa yang bisa bertahan dalam bisnis ayam broiler dan layer ini adalah mereka yang memiliki cadangan modal yang cukup kuat, karena dihantam kerugian dalam beberapa waktu ke depan. Kecenderungan peternak untuk melakukan bisnis integrasi dengan membuat pabrik pakan, pabrik obat, dan juga breeding sendiri merupakan keniscayaan dalam waktu dekat, jika ingin bersaing dengan perusahaan integrasi yang sudah mapan. Jika tidak, maka peluangnya hanyalah ikut jadi mitra perusahaan integrasi.

No comments:

Post a Comment