Monday, February 21, 2011

TS, tidak menarik minat S.Pt. dan drh.?

Hampir seluruh perusahaan yang bergelut di bidang peternakan, baik itu pembibitan, produksi, suplier (pakan, obat, vaksin, vitamin, equipment, dll) sedang menghadapi kurangnya minat para lulusan Fakultas Peternakan yang lebih dikenal dengan Sarjana Peternakan (S.Pt.) dan Fakultas Kedokteran Hewan yang dikenal Dokter Hewan (drh).

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bahkan kabar terakhir, dari banyak fakultas peternakan di beberapa universitas ternyata juga kesulitan menjaring mahasiswa. Dari kuota fakultas yang ada, rata-rata hanya terisi di bawah 50% dari kapasitas yang disediakan. Hal ini sangat memprihatinkan, karena prospek dan perputaran modal di dalam bisnis ini masih terus meningkat.

Bisa kita runut akar permasalahannya dari kecenderungan pilihan kerja para lulusan tersebut:
  1. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meningkatnya kesejahteraan PNS yang dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan kenaikan gaji, sangat menarik minat para sarjana, meskipun penempatannya berada di luar pulau jawa. Hal ini cukup wajar, karena jadi PNS ada banyak benefit yang didapat, yaitu: a) status sosial naik, b) gaji tetap, c) dapat tunjangan pensiun jika sudah purna tugas, d) pekerjaan relatif ringan, e) hampir tidak mungkin dipecat, kecuali melakukan tindakan kriminal
  2. Technical Service (TS). TS lebih dikenal untuk pekerjaan sales dari suplier obat, vaksin, pakan, DOC, dan peralatan (equipment). Namun di perusahan produksi juga dikenal TS untuk pola kemitraan peternakan ayam broiler. Menilik dari jenis pekerjaan dan tantangan yang dihadapi pada pekerjaan ini memang sangat jauh jika dibandingkan PNS yang notabene pekerjaan di kantor, dengan jam kerja yang tetap. Sementara TS harus keliling lapangan ke farm peternakan, rumah owner, laboratorium, juga ke bank untuk setoran tagihan, dan masih banyak lagi yang dilakukan. Sementara jam kerjanya tentu lebih dari 8 jam sehari, terkadang hari sabtu juga masuk kerja.
  3. Dari sisi kesejahteraan, gaji TS mungkin sekarang dibawah gaji PNS.
  4. Jaminan kerja tidak semantap PNS, dimana jika omzet yang didapatkan di bawah target yang ditetapkan dalam kurun waktu tertentu maka ada ancaman pemecatan.
  5. Setelah purna tugas tidak ada jaminan tunjangan pensiun.
  6. Satu hal yang menjadi kelebihan TS adalah, dia mendapatkan mobil inventaris dari kantor, sehingga mobilitasnya lebih baik dibandingkan pekerjaan lain. Namun bagi sarjana yang sudah memiliki mobil, hal ini menjadi sesuatu yang tidak menarik lagi.
Coba anda tanyakan perusahaan di bidang peternakan yang anda kenal, apakah mereka membuka lowongan kerja saat ini? Pasti jawabannya, IYA.

1 comment:

  1. setuju gan.
    klo drh, banyak yang lebih tertarik jadi pns dan praktek. jadi TS mungkin pilihan terakhir.
    saya sudah pernah menjadi TS, kemudian menjadi praktisi, yang belum mjd pns aja. karena meskipun keluarga saya semuanya pns, sampai sekarang saya belum tertarik mjd seorang pns. karena saya lebih suka bekerja di swasta.
    menurut saya kok orang swasta tu pikirannya lebih dinamis drpd pns ya?? terutama pns di bidang kita. hue hue hue....
    i love this job. do love being TS. apalagi TS spesial kaya kita2 ini bos. :D

    ReplyDelete