Thursday, February 9, 2012

Evaluasi Bisnis Ayam dan Telur 2011


Tahun 2011 baru saja berlalu dengan beberapa catatan penting mengenai jatuh bangunnya peternak ayam broiler dalam mengarungi bisnis. Dalam kurun waktu 5 bulan awal 2011, harga jual ayam broiler berada di bawah BEP. Baru menginjak bulan ke 6 harga jual ayam berada di atas BEP, bukan karena harga jual naik tinggi tapi karena turunnya BEP. Harga DOC anjlok sampai 500/ekor dari sebelumnya di atas 3000/ekor. Pakan juga ada subsidi 100-200/kg.

Rekor harga jual ayam broiler tertinggi pada momen menjelang bulan puasa ramadhan (munggahan) yaitu mencapai 17.000/kg. Sedangkan momen lebaran yg diharapkan lebig tinggi atau minimal sama harganya, ternyata hanya sampai  15.500/kg. Disinilah peternak was-was dengan menyimpulkan bahwa suplai lebih banyak daripada permintaan, krn lebaran adalah momen puncak permintaan pasar ayam broiler dalam satu tahun. Sempat muncul rumor bahwa produksi DOC per minggu nasional sudah mencapai 40 juta ekor per minggu. Rumor ini mengkhawatirkan, sehingga para peternak mengurangi chick in untuk hasil panenan setelah lebaran. Ternyata harga jual tidak terlalu anjlok, malah cenderung stabil, hanya saja mulai bulan september 2011 muncul banyak penyakit. Sehingga suplai ayam ke market terkoreksi karena panen dini. ayam ukuran besar sempat langka.
Setelah lebaran neraca bisnis di ayam broiler sudah menunjukkan hasil positif, terutama bagi peternak yang modalnya kuat untuk bertarung selama satu tahun. Sedangkan yang modal pas-pasan sudah gulung tikar di 6 bulan pertama 2011. Kuncinya pada efisiensi cost produksi, jika mampu mendapatkan harga DOC, Pakan,obat-obatan yang relatif lebih murah, maka BEP akan lebih rendah.
Triwulan terakhir 2011 diwarnai harga yang positif, namun tantangannya adalah iklim dan penyakit. Curah hujan yang meningkat dengan interval suhu panas dan dingin yang lebih jauh membuat ketahanan tubuh ayam menurun sehingga rentan serangan penyakit. Kuncinya di manajemen kesehatan dan biosecurity, jika ayam sehat maka profit pasti besar karena harga ayam bagus.
Kesimpulan yang bisa diambil untuk bisnis ayam broiler di tahun 2011 adalah positif, kata kuncinya permodalan harus mantap, efisiensi ongkos produksi, dan manajemen kesehatan.


 Kondisi sebaliknya terjadi bisnis ayam petelur yang relatif stabil, fluktuasi harga tidak terlalu tinggi. Kuncinya pada populasi ayam yang relatif stabil, sehingga suplai terkontrol. Begitu juga dengan harga ayam afkir stabil, ini salah satu indikator populasi ayam petelur tidak banyak.
Sepanjang tahun 2011 hampir tidak terjadi harga jual telur ayam dibawah BEP, bahkan ada pencapaian harga tertinggi (rekor) di atas 16.000/kg. Jadi lebih mudah menyimpulkan bahwa bisnis ayam petelur di 2011 hasilnya positif, kata kuncinya satu populasi ayam petelur stabil.

No comments:

Post a Comment